Perencanaan (Tugas Pengamen)

Seorang manajer sudah pasti memerlukan perencanaan untuk menetapkan sasaran, membuat strategi, dan mengkoordinasikan pekerjaan. Perencanaan juga dapat mengurangi ketidakpastian dengan mendorong para manajer untuk melihat ke depan, mengantisipasi perubahan, mempertimbangkan dampak perubahan, dan menyusun strategi yang tepat. Selain itu, perencanaan juga dapat mengurangi kegiatan-kegiatan yang tumpang tindih dan sia-sia. Sebagai seorang mahasiswa (manajer) saya harus memiliki perencanaan jangka pendek dan jangka menengah agar saya mempunyai target yang pasti dan mengarahkan saya kepada target tersebut agar kehidupan saya memiliki tujuan yang jelas.

– Rencana saya dalam 2-3 tahun mendatang adalah

  1. Menjadi sarjana perikanan yang dapat membanggakan orang tua
  2. Bekerja sebagai karyawan untuk menambah pengalaman dalam berwirausaha
  3. Memiliki usaha mandiri dalam bidang perikanan.
  4. Memiliki pekerjaan di bidang perikanan

– Rencana saya dalam 5 tahun mendatang adalah

  1. Memiliki usaha yang sudah berkembang dan menjadi sumber pendapatan pokok
  2. meng-haji-kan orang tua
  3. Mempunyai teman dan rekan bisnis dari dalam dan luar negeri
  4. Memiliki rumah dan mobil pribadi
Published in: |on October 25th, 2011 |No Comments »

Manager dalam Globalisasi

Pertemuan ke-3 mata kuliah Pengantar Manajemen tentang Budaya dan Lingkungan Global (Managemen) ada beberapa poin yang menarik tentang sudut pandang global. Globalisasi merupakan kecenderungan masyarakat untuk menyatu dengan dunia, terutama di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan media komunikasi massa. Sebuah organisasi yang sukses dengan manajer yang berbakat pada masa sekarang pasti menghadapi tantangan baru dalam mengelola lingkungan global. Maka menurut pandangan saya BAHASA merupakan poin yang sangat penting untuk dikuasai seorang manajer pada era globalisasi ini. Seorang manajer yang mempunyai kemampuan bahasa inggris, cina, arab, dan spanyol tentu memiliki relasi dan partner yang lebih luas bila dibandingkan seorang manajer yang hanya mempunyai kemampuan bahasa inggris saja atau bahkan hanya menguasai bahasa ibu. Ada 3 sudut pandang global bagi seorang manajer dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Pertama sikap etnosentris, merupakan keyakinan parokialistis bahwa pendekatan dan praktik kerja yang paling baik adalah yang berasal dari negara asalnya. Para manajer dengan sikap etnosentris yakin bahwa orang  di berbagai negara asing tidak memiliki kemampuan seperti orang di negara asalnya. Mereka umumnya tidak mempercayakan keputusan penting kepada karyawan asing dan lebih mengandalkan kemampuannya sendiri.

Kedua sikap polisentris, adalah pandangan bahwa para manajer di negeri asing tempat organisasi itu berada mengetahui cara kerja yang terbaik untuk menjalankan bisnis tersebut. Para manajer dengan sikap polisentris akan memandang setiap orang asing sulit dimengerti dan berbeda kulturnya sehingga cenderung membiarkan karyawan asing mempunyai caranya sendiri untuk mendapatkan hasil kerja yang terbaik. Manager hanya bertindak sebagai controlling dalam perusahaan dan menyerahkan sepenuhnya praktek kerja kepada karyawan untuk menjalankan bisnisnya.

Ketiga sikap geosentris adalah pandangan berorientasi dunia yang memusatkan perhatian pada pemanfaatan pendekatan dan orang terbaik dari seluruh dunia. Para manajer jenis ini yakin bahwa diperlukan pandangan global untuk menghadapi globalisasi. Dengan menggunakan pandangan geosentris persoalan utama dan keputusan dipandang secara global dengan melihat pendekatan yang terbaik dari orang-orang tanpa melihat darimana tempat asalnya. Kemampuan yang dimiliki oleh seorang manajer dengan sikap geosentris umumnya lebih maju dibandingkan dua sikap parokialistis yang lain.

Kesuksesan mengelola lingkungan global saat ini membutuhkan kemampuan dan kepekaan yang luar biasa. Para manajer perlu untuk menyesuaikan gaya kepemimpinan dan pendekatan manajemennya untuk mengakomodasikan perbedaan pandangan. Jadi, tentukan sikap mana yang akan anda pilih sebagai seorang manajer di masa depan dalam mengelola bisnis anda?!

Published in: |on October 25th, 2011 |No Comments »

1’st meet In Management Class ( Art In Management)

Management Class 2011, Departement of Aquatic Product Technology,  Faculty of Fishers and Marine Science,  Bogor Agricultural University

Lectures Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc

Session 1 The Art In Management

DHANI- C34090092

Departement of Aquatic Product Technology, Faculty of Fishers and Marine Science,  Bogor Agricultural University

The first meet in Management Introduction give me a new understanding as expressed by our lecturer, Prof. Dr.Ir Ujang Sumarwan. Management is an art, which means that art is need a special skills. The word of management is from management (English), a derivative of the word “to manage”, which means care or governance or grammatical. So that management can be defined how to organize, guide and lead all human resources so that efforts currently being made to achieve the goals previously set of Organization. In other words, the task of a manager in general is the POAC (Planning, Organizing, Actuating and Controlling). Then where the art being a manager?

A manager needs skill and art in a variety of dimensions to be a good manager and successful.

Strength of the position is the first art. Managers in the TOP manager certainly has the power to it’s employees. If managers do not have the art of office there will be an authoritarian leadership that makes employees do not feel at home and eventually left the company. It would require other arts as a manager. The power of knowledge is the second art. A manager must understand and know in detail the products of his company. Credibility of managers can decrease it’s employees or it’s customers if they are not understand managerial aspects, aspects of production, financial, and marketing. For example, when consumers want to inquire in detail about the product and the manager was unable to answer consumer questions even ask employees to answer and serve the consumer. Then what is the importance became a manager? Strength of personality is the thrid art. Managers who are good personality will certainly make people feel comfortable employees or consumers. The power of empathy and high motivation will give the employees working in very relaxed and high performance atmosphere. The nature-friendly will make sure consumers work together and increase loyalty. Strength of relationship is the fourth of art. Networking is important in establishing communication with business partners. Lobbying business is usually done when we often have lunch with business partners or as casual conversation. A manager should be someone who is open and relaxed in order to have many business relationships.

So it’s true, what my professors say that managers need THAT art. Sometimes not everyone can do because art requires special skills. The more complete the strength of a manager in various dimensions of the greater strength of leadership in the self building.

Published in: |on October 25th, 2011 |No Comments »

Tugas Pengamen Pengambilan Keputusan

Tugas Pengambilan Keputusan :

Seorang teman saya merasa kebingungan saat dihadapi dua pilihan dimana dia tidak dapat menolak atau memilih kedua pilihan tersebut. Suatu hari ia diberi uang 5 juta rupiah, dia merasa butuh untuk membeli sebuah laptop untuk memudahkannya mengerjakan tugas kuliah dan dilain pihak dia ingin membeli sebuah gadget baru yaitu telephon seluler keluaran produk apple yang harganya hamper sama dengan harga sebuah laptop.

Pada akhirnya dia memutuskan untuk membeli laptop, karena menurutnya laptop lebih penting dibandingkan telaphon seluler terlebih lagi saat ini dia membutuhkan laptop untuk memudahkannya mengerjakan tugas kuliah. Dengan keungggulan yang dimiliki laptop antara lain memiliki kapasitas memori yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan telephon seluler manapun, selain itu banyak keunggulan lain yang tidak dimiliki telephon seluler dan hanya dimiliki laptop.

Published in: |on October 18th, 2011 |No Comments »

Tugas Pengamen

Tugas BabTanggung Jawab Sosial

1.      Perbedaan antara Pandangan Klasik atau murni ekonomi dengan pandangan Sosial ekonomi?

 

Jawab        :

Pandangan klasik atau murni ekonomi bertujuan hanya pada tujuan murni dari ekonomi yaitu memaksimalkan laba, sedangkan Pandangan Sosial ekonomi lebih kepada melindungi dan meningkatkan kesejahteraan social.

Published in: |on October 18th, 2011 |No Comments »

Omega tiga

Asam lemak omega-3 belakangan mendapat perhatian besar dari para ahli kesehatan. Zat gizi itu ternyata berperan vital dalam mendukung kesehatan serta mencegah munculnya penyakit degeneratif. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan, peran omega-3 sejak dari janin dalam kandungan diperlukan pada proses tumbuh sel-sel otak dan kecerdasan anak.

Bicara soal kesehatan tubuh dan kecerdasan otak seseorang, tentu tidak terlepas dari awal pembentukan berbagai alat dan organ vital janin sejak dalam kandungan ibunya.

Ada dua masa kritis tumbuh kembang dengan masing-masing konsekuensinya terhadap janin dan kandungan. Masa kritis pertama berlangsung sejak minggu pertama hingga akhir minggu ke-7, periode embrio. Pada masa ini dimulailah pembentukan berbagai organ vital janin: sistem saraf pusat dan otak, jantung, pancaindera, alat kelamin, dan lain-lain. Bila terjadi gangguan pada masa ini, maka janin akan berisiko tinggi menderita gangguan morfologis pada berbagai alat vital bayi, saat lahir hingga dewasa.

Masa kritis kedua berlangsung sejak awal minggu ke-8 hingga saat kelahiran. Masa ini merupakan periode penyempurnaan proses tumbuh kembang organ tubuh yang telah dibentuk pada periode sebelumnya. Jika terjadi gangguan, maka janin berisiko menderita gejala kelainan fisiologis sejak lahir dan semakin parah saat dewasa nanti.

Kekurangan gizi merupakan salah satu gangguan yang acap kali terjadi dalam kandungan. Pada saat kritis tadi, janin sangat memerlukan beragam zat gizi guna mendukung proses tumbuh kembang yang optimal yakni kesehatan serta kecerdasannya.

Asam lemak otak
Asam lemak esensial serta omega-3 merupakan zat gizi yang harus terpenuhi kebutuhannya. Zat gizi berperan vital dalam proses tumbuh kembang sel-sel neuron otak untuk bekal kecerdasan bayi yang dilahirkan. Asam lemak omega-3 juga berperan sebagai asam lemak otak. Asam lemak omega-3 ini turunan dari prekursor (pendahulu)-nya, yakni asam lemak esensial linoleat dan linolenat.

Asam lemak esensial tidak bisa dibentuk dalam tubuh dan harus dipasok langsung dari makanan. Kemudian prekursor itu masuk dalam proses elongate dan desaturate yang menghasilkan tiga bentuk asam lemak omega-3: LNA (asam alfa-linolenat), EPA (eikosapentaenoat), serta DHA (dokosaheksaenoat).

Sistem saraf pusat dan otak merupakan organ vital yang pertama dibentuk. Proses pertumbuhan sel neuron otak terjadi pada minggu ke-20 hingga ke-36, dan disempurnakan hingga bayi berusia dua tahun.

Meskipun massa otak janin hanya sekitar 16% dari tubuhnya, namun dibandingkan dengan organ tubuh lain, otak paling banyak memerlukan energi (lebih dari 70%) untuk proses tumbuh kembangnya. Energi itu terutama berasal dari deposit zat gizi dan asam lemak esensial tubuh ibunya.

Asam lemak esensial juga prekursor omega-3 DHA, EPA, ALA (alfa-linolenat), dan AA (asam arakhidonat). Omega-3 sebagian besar (lebih dari 60%) diperlukan sebagai unsur penyusun dinding sel neuron. Sedangkan sisa DHA lainnya diperlukan sebagai unsur pembentuk cawan untuk wadah rhodopsin, senyawa vital penginderaan dan pengiriman balik sinyal yang diterima mata ke otak.

Bila kekurangan asam lemak esensial, maka sel neuron akan menderita kekurangan energi untuk proses tumbuh kembangnya. Pembentukan dinding sel neuron terhambat karena kekurangan omega-3 DHA dan AA, sehingga sel tidak mampu menampung muatan komponen sel neuron normal. Yang diderita janin adalah sel neuron akan kehilangan pengorganisasian dan kemampuan koneksi normal di antara sel-selnya. Akibatnya, sel-sel neuron mengalami banyak kebocoran dan terjadilah perdarahan. Bisa juga terjadi inisiasi microthrombi dan ischemia lokal (stroke) serta sel-sel otak menjadi cepat mati dan tidak berfungsi.

Pada bayi prematur, banyak di antaranya berat badannya di bawah normal (2.500 g) dan ukuran otaknya lebih kecil dari rata-rata. Karena jumlah sel neuronnya juga sedikit, maka bayi bisa cacat, kualitasnya rendah serta proses tumbuh kembang sel otak tidak normal atau di bawah optimal.

Mencegah penyakit
Asam lemak omega-3 EPA dilaporkan berperan pula dalam mencegah penyakit degeneratif sejak janin dan pada saat dewasa. Pada saat janin dalam kandungan, EPA sangat diperlukan dalam pembentukan sel-sel pembuluh darah dan jantung. Sementara pada saat dewasa ia berfungsi menyehatkan darah, mekanisme kerja pembuluhnya dan kerja kantung pengatur sirkulasinya. Sebab itu akibat kekurangan omega-3 EPA, bisa berisiko menderita penyakit pembuluh darah dan jantung.

Omega-3 EPA dan asam arakhidonat (berasal dari daging merah dan pangan nabati) merupakan unsur utama sintesa senyawa prostaglandin yang berperan dalam kesehatan sistem peredaran darah dari proses aterosklerosis, penyakit jantung, hipertensi, stroke, dll.

Dalam tubuh, omega-3 EPA bersaing dengan AA dalam menghasilkan metabolit prostaglandin dengan fungsi antagonis. Misalnya, metabolit prostaglandin dari EPA berfungsi mengencerkan darah, sedangkan metabolit dari AA mengentalkan, yang sangat diperlukan pada saat operasi atau luka berat. Metabolit EPA berfungsi, misalnya, melebarkan pembuluh darah, sementara metabolit AA menyempitkan.

Jadi, meskipun kerjanya antagonis, kedua metabolit itu bekerja sama menyehatkan sistem peredaran darah dalam tubuh. Menurut dr. Fadilah Supari (1998), ahli penyakit jantung dari Fakultas Kedokteran UI, keseimbangan rasio EPA, DHA, dan AA dalam darah bayi, remaja, atau dewasa dapat dijadikan salah satu indikator untuk meramalkan risiko gangguan sistem pembuluh darah dan penyakit jantung di masa mendatang. Untuk itu perlu dilakukan upaya preventif sejak dini agar terhindar dari penyakit degeneratif ini. Pasokan makanan sumber omega-3 EPA, DHA, AA, dan alfa-linolenat harus dikonsumsi dalam jumlah rasio yang seimbang.

Bersikap positif
Sejak prakonsepsi atau sejak pasutri merencanakan ingin punya anak, peranan ibu sangat penting dalam menentukan kesehatan serta kecerdasan anak yang akan dilahirkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah aspek gizi, kesehatan, dan agama.

Menurut Prof. Darwin Karyadi (1998), dari aspek gizi, ada dua cara pemenuhan keperluan gizi ibu sejak prakonsepsi. Pertama dengan mengkonsumsi suplemen gizi (Fe, iodium, vitamin A, omega-3). Kedua dengan cara food based (pola dan kebiasaan makan).

Cara pertama dilakukan dalam keadaan darurat dan sifatnya sementara. Cara ini tidak dianjurkan untuk jangka waktu lama karena berisiko kelebihan dosis dan tidak ekonomis. Minyak ikan atau omega-3 memang bermanfaat tapi hendaknya jangan dikonsumsi berlebihan. Mudaratnya, bila dikonsumsi berlebihan, antara lain secara umum badan berbau minyak ikan, menimbulkan gangguan pencernaan, dan perdarahan pada saat luka, operasi, atau bila terserang mimisan akan lebih lama sembuhnya karena proses penggumpalan darah lamban.

Dalam proses metabolisme, omega-3 dapat meningkatkan kadar kolesterol pada penderita hiperlipidemia. Atau bisa juga meningkatkan kalori tubuh dengan akibat berat badan bertambah. Sel-sel tubuh yang mengandung terlalu banyak omega-3 akan lebih mudah teroksidasi oleh radikal bebas. Untuk menjaga sel dari oksidasi diperlukan vitamin E sehingga kelebihan omega-3 malah dapat berakibat defisiensi vitamin E.

Selain itu, kelebihan minyak ikan juga dapat mengakibatkan keracunan vitamin A dan D karena minyak ikan mengandung kedua vitamin itu, terutama kalau diekstrak dari hati ikan. Hati ikan juga merupakan tempat menumpuknya zat-zat beracun, apalagi kalau lingkungan laut tempat ikan itu hidup tercemar logam beracun. Bila minyak ikan sampai tercemar peptisida dalam proses pengolahannya, tentu tidak akan memenuhi prosedur kesehatan dan higienis.

Bila dibandingkan dengan ikan segar, harga minyak ikan pasti lebih mahal karena konsumen dibebani ongkos produksi dan pemasaran yang tinggi. Sebab itu pemakaian ekstrak minyak ikan harus dikonsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.

Jadi, cara yang lebih baik, aman, ekonomis, dan efektif sebenarnya dengan mengandalkan makanan konsumsi sehari-hari saja (food based). Makanan sumber asam lemak esensial dan omega-3 terutama terdapat pada pangan hewani dan nabati laut seperti ikan lemuru, tuna, tongkol, cakalang, cod, rumput laut, ganggang laut, dll. Sedangkan pangan lainnya antara lain minyak nabati dan sayuran hijau.

Keuntungan cara alami ini, konsumsi tidak hanya berisi asam lemak esensial dan omega-3, tetapi juga zat gizi lainnya yang juga berperan vital untuk kesehatan dan kecerdasan otak janin.

Perbaikan kesehatan ibu memang harus dilakukan sejak prakonsepsi, selama hamil dan terhadap anak balitanya termasuk imunisasi, vaksinasi, dan pemeriksaan kesehatan lainnya. Hal ini sangat membantu kesempurnaan tumbuh kembang janin dan anak balita. Sekaligus sebagai upaya pencegahan dan perlindungan terhadap penyakit yang membahayakan tumbuh kembang anak seperti polio, campak, tetanus, difteri, dan hepatitis.

Selain aspek kesehatan, tidak kalah penting aspek psikologis dan agama. Diharapkan, pada saat hamil calon ibu selalu berusaha gembira, merasa senang, dan bersikap positif atas kehamilannya. Tentunya tidak lupa untuk selalu berdoa agar dianugerahi anak yang sehat, cerdas, dan soleh.

Published in: |on March 22nd, 2011 |No Comments »

coming soon….

cerita tentang kehidupan mahasiswa disekitar kampus,,,,

Published in: |on March 1st, 2011 |1 Comment »

History of IPB

IPB History – Embryonic Phase (1941-1963)
BOGOR AGRICULTURAL UNIVERSITY
TOWARDS EMBRYONIC RESEARCH UNIVERSITY 2007
On the 1st of September 2003 Institut Pertanian Bogor (IPB) or Bogor Agricultural University reached the age of 40 years. IPB’s history of development began with the embryonic phase (1941-1963), birth and growth phase (1963-1975), maturity phase (1975-2000), implementation phase of IPB’s autonomy IPB (2000-2005) towards IPB as State-Owned Legal Body (BHMN) which would begin in 2006. In 2007 IPB was expected to be in an embryonic stage of a research-based university.
soekarno kampus bs wisuda
First Ground Breaking at  Darmaga Campus of IPB by Ir. Soekarno
Baranangsiang Campus of IPB, Bogor
Graduation in the Past
History of IPB Leadership from Time to Time:
1. Prof.Dr. Syarif Thayeb (Head of IPB Presidium 1963)
2. Prof.Dr.A.J. Darman (Head of Presidium 1963)
3. Prof.Dr.Ir. Tb. Bachtiar Rifai (Rector of IPB 1964-1965)
5. Prof.Dr.j.h. Hutasoit (Head of IPB Presidium 1966)
6. Prof.Dr.Ir. Toyib Hadiwidjaja (Rector of IPB 1966-1971)
7. Prof,Dr.Ir. A.M. Satari (Rector of IP B 1971-1978)
8. Prof.Dr.Ir. Andi Hakim Nasution (Rector of IPB 1978-1987)
9. Prof.Dr.Ir. H. Sitanala Arsjad (Rector of IPB 1987-1996)
10. Prof.Dr.Ir. H. Soleh Solahuddin,M.Sc (Rector IPB 1996-1998)
11. Prof.Dr.Ir. R.H.M. Aman Wirakartakusumah,M.Sc (Rector of IPB 1998-2002)
12. Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik,M.Sc (Rector of IPB 2002-2007)
13. Dr. Ir. H. Herry Suhardiyanto, M.Sc. (Rector of IPB 2008-now)

rektor ipb

Embryonic Phase(1941-1963)
IPB’s embryonic phase of development began with the existence of institutions of secondary and higher education in agriculture and veterinary medicine in the early 20th century in Bogor. Before World War II the secondary education institutions were known by the names: Middelbare Landbouw School, Middelbare Bosbouw School and Nederlandsch Indiche Veeartsen School.
In 1940, the Dutch government founded an Institution of Agricultural Higher Education in Bogor with the name Landbouw Hogeschool, which later on 31October 1941 was called Landbowkundige Faculteit. However, it was closed during the Japanese occupation (1942-1945), while the Nederlandsch Indische Veeartsenschool (Veterinary School) remained to operate. But its name was changed to Bogor Zui Gakku (Bogor Veterinary School). In line with the period of independence in 1946, the Ministry of Prosperity, the Republic of Indonesia upgraded the Veterinary School in Bogor to College of Veterinary Medicine (PTKH).
In 1947 the Institution of Agricultural Higher Education, Landbowkundige Faculteit was reopened under the name Faculteit Voor Landbouw-Wetenschappen, which had majors in Agriculture and Forestry. Meanwhile in 1948  PTKH or College of Veterinary Medicine  was changed to Faculteit voor Dierge neeskunde under Universiteit van Indonesie which later changed its name to University of Indonesia
In1950 Faculteit voor Landbouw-wetenschappen became Faculty of Agriculture, University of Indonesia, with three Departments, namely, Socio-Economics, Physical Sciences and Forestry and in 1957 the Department of Land Fishery was formed. Meanwhile, Faculteit voor Dieergeneeskunde was changed to Faculty of Veterinary Medicines under the University of Indonesia, and then in 1960 the name became Faculty of Veterinary Medicines and Animal Husbandry. In 1962 it became Faculty of Veterinary Medicine, Animal Husbandry of the University of Indonesia.
Some important historical milestone known in the embryonic stage are:(1) the application of guided study system that replaced the free study system of, (2) the idea of building a new campus in Darmaga for Faculty of Agriculture, University of Indonesia, and (3) the application of the philosophy “Tridharma” of Higher Education which was originally applied in Faculty of Agriculture and the Faculty of Veterinary Medicine and Animal Husbandry of UI by Prof. Dr. Ir. Toyib Hadiwidjaja. Nationalization of Dutch companies in Indonesia entered the year 1960 and gave IPB  the opportunity to expand its campus land, so in addition to  Campuses of Barangangsiang, Park Kencana, Gunung Gede and Cilibende, IPB also has Darmaga Campus, Garden of Pasir Sarongge, Garden of Sukamantri and Garden of Jonggol.
Published in: |on February 27th, 2011 |No Comments »

Penugasan

  1. menambah kategori pada blog
  2. menambah link dari blog asisten pengajar praktikum
  3. menambah link IPB, Dept/Mayor
  4. mengganti tampilan blog
Published in: |on February 22nd, 2011 |No Comments »

dhani aprianto

testing–testing

Published in: |on February 22nd, 2011 |No Comments »